MEMAJUKAN DIRI & ORGANISASI

MELALUI KOMITMEN DEDIKASI & LOYALITAS

(Bagian I dari Tiga Tulisan)

Oleh: Leni Marlina, SS


Anda adalah orang yang sukses,

ketika Anda  memiliki  komitmen untuk berani mencoba,

selalu bangkit bila gagal, memiliki dedikasi dan loyalitas  untuk mencapai prestasi.

Pengantar

Apakah Anda  sebagai mahasiswa sudah aktif dalam kuliah dan organisasi?  Sudah efektifkah peran Anda dalam perkuliahan dan organisasi? Sejauhmanakah  Anda memiliki komitmen dan dedikasi dan loyalitas terhadap organisasi? Sejauhmanakah keinginan dan usaha Anda untuk memajukan diri sendiri dan sekaligus organisasi? Kehidupan berorganisasi, pada praktiknya adalah sebuah sistem kerja yang terjalin secara organik di antara komponen-komponen pembentuknya. Ketika aspek organisasi dan perkuliahan masih selalu seiring sejalan, maka itu tidak akan menimbulkan konflik. Tetapi, ketika kuliah dan organisasi sudah terpecah menjadi dua  arah yang berbeda, maka akan menimbulkan masalah intern mahasiswa itu sendiri. Inilah yang disebut sebagai nuansa klasik seputar permasalahan  mahasiswa, yaitu antara lebih memilih kuliah ataukah organisasi.

Pada dasarnya, memang mahasiswa di satu sisi berperan sebagai insan akademis, sedangkan di lain sisi sebagai insan organisatoris. Mahasiswa diharapkan dapat memiliki kemampuan keilmuwan yang tinggi yang diperoleh dari bangku kuliah. Inilah hakikat insan akademis. Sedangkan untuk mampu mewujudkan cita-cita jiwa muda (umumnya dimiliki mahasiswa) sebagai ciri-ciri dan hakikat mahasiswa, maka  inilah yang disebut insan organisatoris. Standardisasi dari kedua hal tersebut terletak pada mahasiswa itu sendiri. Tergantung dari mana ia memberikan persepsinya terhadap organisasi dan akademis. Karena, yang berhak memiliki sebutan “organisatoris” atau “akademis” itu adalah mahasiswa.  Ketika mahasiswa terjebak dalam pilihan tersebut, inilah langkah pertama yang disebut sebagai kesalahan berpikir dan bertindak. Semestinya kedua kepentingan tersebut seharusnya  dapat dijalankan secara searah dan sinergis, sehingga membentuk satu kesatuan sebagai modal dalam berkuliah ataupun berorganisasi.

Komitmen, Dedikasi dan Loyalitas Terhadap Organisasi

Untuk memajukan organisasi, komitmen, dedikasi dan loyalitas seseorang terhadap organisasi merupakan hal yang yang signifikan. Karena pentingnya hal tersebut, beberapa organisasi berani memasukkan unsur komitmen, dedikasi, dan loyalitas sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu posisi atau amanah yang ditawarkan dalam pemilihan pengurus organisasi.  Sayangnya, meskipun hal ini sudah sangat umum namun tidak jarang pengurus masih       belum memahami arti komitmen secara sungguh-sungguh.  Padahal  pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi aktivitas organisasi yang kondusif sehingga organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif.

Setelah menjadi pengurus suatu organisasi, orang-orang sekeliling Anda atau dalam organisasi tersebut membutuhkan dedikasi dan loyalitas Anda. Untuk memajukan organisasi sangat dibutuhkan sumber daya yang memiliki komitmen tinggi. Sehingga menumbuhkan dedikasi yang nyata bagi organisasi dan menumbuhkan loyalitas untuk mencapapai kesuksesan bersama. Adakalanya dalam menjalankan amanah organisasi dan usaha pencapaian prestasi, terdapat perbenturan antara kepentingan pribadi dan organisasi. Memang adakalanya ditemui onak dan duri  memajukan organisasi dan meraih prestasi. Lalu bagaimana Anda menyikapi hal ini?

Anda benar, jika anda berpikir bahwa untuk memajukan organisasi dan meraih prestasi bersama, organisasi membutuhkan sumber daya yang memiliki komitmen, dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Ketiganya adalah tiga aspek yang saling terkait satu sama lain         sebagai dasar untuk memajukan organisasi. Untuk itu kita perlu memahami ketiga    prinsip ini.

Komitmen

Komitmen organisasi merupakan kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu:

  1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
  2. Kesiapan dan kesedian untuk berusaha dengan sungguh-sungguh  atas nama organisasi.
  3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).

Komitmen organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa komponen sbb:

  1. Komitmen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan anggota di dalam suatu organisasi.  Anggota/ pengurus dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
  2. Komitmen normatif merupakan perasaan-perasaan anggota tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi. Anggota/ pengurus yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.
  3. Komitmen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi anggota tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi. Anggota/ pengurus dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi.

Setiap anggota/ pengurus memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. Anggota yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan anggota yang berdasarkan continuance. Anggota yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki anggota. Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada anggota  untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.

Dedikasi

Seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki dedikasi terhadap organisasi dan terlibat sungguh-sungguh dalam keanggotaan/ kepengurusan dan adanya loyalitas terhadap organisasi. Seseorang yang ingin mencapai keberhasilan bukan saja perlu berusaha dengan                sungguh-sungguh tetapi juga perlu mengorbankan waktu, tenaga dan harta-benda. Karena keberhasilan yang dicapai bukanlah perkara mudah.

Dedikasi yang dimiliki seseorang dapat diartikan sebagai suatu kesungguhan, minat, dan mengorbankan waktu, tenaga serta harta-benda. Dalam melakukan sesuatu perkara supaya impian. Bagaimana dengan dedikasi Anda terhadap organisasi? Anda sebagai anggota atau pengurus organisasi perlu menunjukkan dedikasi terhadap organisasi.

Berkaitan erat dengan dedikasi, anggota/ pengurus organisasi perlu berjuang dengan gigih dan tekun untuk memajukan dirinya sekaligus organisasi. Gigih merupakan suatu usaha yang penuh semangat tanpa mengenal putus asa dan jemu sehingga tercapai prestasi atau hasil yang diidamkan. Tekun berarti sabar dan bersungguh-sungguh serta memberikan perhatian sepenuhnya terhadap suatu kegiatan yang dilakukan.

Dedikasi bisa dilihat dari hal berikut:

1)       Suasana saling mendukung diantara para anggota dengan organisasi.

2)       Kerelaan menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya tujuan organisasi.

3)       Keterlibatan atau partisipasi anggota dalam berbagai aktivitas

Partisipasi akan meningkat apabila mereka menghadapi suatu situasi yang penting untuk mereka diskusikan bersama, dan salah satu situasi yang perlu didiskusikan bersama tersebut adalah kebutuhan serta kepentingan pribadi yang ingin dicapai oleh anggota dalam organisasi. Apabila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi hingga anggota memperoleh kepuasan berorganisasi, maka anggota/ pengurus pun akan menyadari pentingnya memiliki kesediaan untuk menyumbangkan usaha dan kontribusi bagi kepentingan organisasi. Sebab hanya dengan pencapaian kepentingan organisasilah, kepentingan merekapun akan lebih terpuaskan.

Loyalitas

Seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki dedikasi terhadap organisasi,  ia akan berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama serta memiliki loyalitas. Loyalitas anggota terhadap organisasi memiliki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun. Kesediaan pegawai untuk empertahankan diri bekerja dalam organisasi adalah hal yang penting                dalam menunjang komitmen pegawai terhadap organisasi dimana mereka bekerja. Hal ini dapat diupayakan bila anggota merasakan adanya keamanan dan kepuasan di dalam organisasi tempat ia bergabung.

Loyalitas dapat terwujud apabila terdapat hal berikut:

  1. Sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi.
  2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan  di organisasi tersebut.  Anggota yang memiliki loyalitas tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya.
  3. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Anggota dengan loyalitas tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi.
  4. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada anggota yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama.

Penutup

Sebagai bagian masyarakat ilmiah dan integral warga negara, Anda sebagai mahasiswa dituntut untuk menjalankan dua peran yang diembannya yaitu sebagai kekuatan moral dan intelektual. Hal tersebut dapat terwujud apabila Anda  secara aktif dan loyal memberikan dedikasinya terhadap kemajuan organisasi dan tercapainya keseimbangan antara pemenuhan tugas dan kewajiban mahasiswa dalam dunia kuliah maupun peran serta dan eksistensinya dalam dunia keorganisasian.

Suatu hal yang membanggakan apabila Anda sebagai generasi muda mampu memainkan kedua peran tersebut. Itu akan tertopang manakala Anda memiliki kemampuan tidak hanya secara akademis tetapi kemampuan organisasi yang matang dan handal. Sehingga Anda memiliki modal guna mengaplikasikan kemampuan dan kematangan berpikir tersebut dalam kehidupan kampus maupun di dalam                masyarakat di kemudian hari.

Ketika Anda sudah diterima menjadi anggota suatu organisasi dan menjadi pengurus organisasi, yang perlu Anda lakukan adalah memajukan organisasi sambil meningkatkan potensi diri dan prestasi. Untuk mewujudkannya Anda perlu saling mengingatkan agar selalu menunjukkan komitmen, dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. Selamat belajar, berkarya, berorganisasi dan berprestasi!. (Bersambung pada edisi II).

Penulis adalah Wakil Ketua IKAPIP

(Ikatan Keluarga Alumni PPIPM UNP tahun ’07/08.

Dosen Bahasa Inggris FBSS UNP.

Tulisan ini sudah pernah disampaikan dalan acara Training Pengurus PPIPM (Pusat Penalaran Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa) UNP

dan pernah dimuat di koran kampus UNP (GANTO). Tulisan ini juga bagian dari makalah penulis yang terdaftar di pustaka pusat Universitas Negeri Padang Tahun 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: