MENJADI GENERASI MUDA MUSLIM YANG PINTAR

Oleh: Leni Marlina

Sebagai generasi muda, kontribusi, karya dan sepak terjang kita sangat diharapkan, dinantikan dan  dibutuhkan oleh keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama. Generasi muda sejati adalah generasi muda yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga memikirkan kelangsungan hidup masyarakatnya. Generasi muda yang dibanggakan dan selalu abadi dalam sejarah peradaban manusia adalah generasi muda yang cerdas, gigih dan membawa pencerahan.

Tidak ada bangsa di dunia ini yang menginginkan generasi mudanya hidup dalam kebodohan dan kemiskinan. Sebaliknya, setiap bangsa di dunia ini menginginkan generasi muda yang pintar dan hebat untuk membangun dan memperkuat bangsanya. Tidak satu pun orang tua yang menginginkan anaknya menjadi generasi muda yang tidak berguna. Sebaliknya, setiap orang tua menginginkan anaknya mampu menghasilkan karya, mampu mencerahkan masa depan keluarga dan berguna bagi bangsa serta agama. Salah satu alternatif cerdas untuk mewujudkan semua harapan itu, maka pemuda perlu mengoptilmalkan kemampuan dirinya yang dimulai dari diri sendiri sabagai pemuda yang PINTAR.

PINTAR sesuai dengan katanya terdiri dari enam huruf. Masing-masing huruf memiliki beberapa kepanjangan. Masing-masing kepanjangan dari kata PINTAR merupakan potensi sekaligus kontrol diri yang membutuhkan optimalisasi dari diri sendiri. Berikut ini merupakan kepanjangan dari masing-masing huruf PINTAR

1. P      = pemikir, pekerja, penolong dan pemaaf

2. IN    = inisiatif, inovatif, inspiratif,

3. TA   = tahu, tabah, tawakal, tawadhu

4. R     = rapi, ramah, rajin

Pemikir: Menjadi Generasi Muda yang Berpikir (Bagian 1 dari 4 Tulisan)

” … sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”

” … otak manusia semakin banyak digunakan untuk berpikir, maka dia akan semakin sehat dan kuat”

Tidak diperlukan kondisi khusus bagi manusia untuk memulai berpikir. Bahkan bagi kita yang baru saja bangun tidur di pagi hari pun terdapat banyak sekali hal-hal yang dapat mendorongnya berpikir. Terpampang sebuah hari yang panjang dihadapan kitayang baru saja bangun dari pembaringannya di pagi hari. Sebuah hari dimana rasa capai atau kantuk seakan telah sirna. Kita siap untuk memulai hari kita. Ketika berpikir akan hal ini, ingatlah sebuah firman Allah:

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (QS. Al-Furqaan, 25:47)

Setelah membasuh muka dan mandi, kita merasa benar-benar terjaga dan berada dalam kesadaran penuh. Sekarang kita siap untuk berpikir tentang berbagai persoalan  dan fenomena yang bermanfaat untuk kita. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan dari sekedar memikirkan makanan apa yang kita miliki untuk sarapan pagi atau pukul berapa kita harus berangkat dari rumah.

Pertama-tama, bagaimana kita mampu bangun di pagi hari adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Kendatipun telah kehilangan kesadaran sama sekali sewaktu tidur, namun di keesokan harinya kita kembali lagi kepada kesadaran dan kepribadian kita. Jantung berdetak, napas mengalir, mulut berbicara dan mata melihat. Padahal di saat kita pergi tidur, tidak ada jaminan bahwa semua hal ini akan kembali seperti sediakala di pagi harinya. Tidak pula kita mengalami musibah apapun malam itu. Misalnya, sebuah bencana alam yang dapat merenggut nyawa dapat saja terjadi di daerah tempat tinggal kita.

Kita mungkin saja mengalami masalah dengan fisik. Sebagai contoh, bisa saja kita bangun tidur dengan rasa sakit yang luar biasa pada ginjal atau kepala. Namun tak satupun ini terjadi dan ketika bangun tidur dalam keadaan selamat dan sehat. Memikirkan yang demikian mendorong kita untuk berterima kasih kepada Allah atas kasih sayang dan penjagaan yang diberikan-Nya.

Memulai hari yang baru dengan kesehatan yang prima memiliki makna bahwa Allah kembali memberikan seseorang sebuah kesempatan yang dapat dipergunakannya untuk mendapatkan keberuntungan yang lebih baik di akhirat. Ingat akan semua ini, maka sikap yang paling sesuai adalah menghabiskan waktu di hari itu dengan cara yang diridhai Allah.

Sebelum segala sesuatu yang lain, seseorang pertama kali hendaknya merencanakan dan sibuk memikirkan hal-hal semacam ini. Titik awal dalam mendapatkan keridhaan Allah adalah dengan memohon kepada Allah agar memudahkannya dalam mengatasi masalah ini. Doa Nabi Sulaiman adalah tauladan yang baik bagi orang-orang yang beriman: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh” (QS. An-Naml, 27 : 19)

Bagaimana kelemahan manusia mendorong seseorang untuk berpikir? Tubuh manusia yang demikian lemah ketika baru saja bangun dari tidur dapat mendorong manusia untuk berpikir: setiap pagi ia harus membasuh muka dan menggosok gigi. Sadar akan hal ini, ia pun merenungkan tentang kelemahan-kelemahannya yang lain. Keharusannya untuk mandi setiap hari, penampilannya yang akan terlihat mengerikan jika tubuhnya tidak ditutupi oleh kulit ari, dan ketidakmampuannya menahan rasa kantuk, lapar dan dahaga, semuanya adalah bukti-bukti tentang kelemahan dirinya.

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Ruum, 30: 54)

Bagi orang yang telah berusia lanjut, bayangan dirinya di dalam cermin dapat memunculkan beragam pikiran dalam benaknya. Ketika menginjak usia dua dekade dari masa hidupnya, tanda-tanda proses penuaan telah terlihat di wajahya. Di usia yang ketigapuluhan, lipatan-lipatan kulit mulai kelihatan di bawah kelopak mata dan di sekitar mulutnya, kulitnya tidak lagi mulus sebagaimana sebelumnya, perubahan bentuk fisik terlihat di sebagian besar tubuhnya. Ketika memasuki usia yang semakin senja, rambutnya memutih dan tangannya menjadi rapuh.

Bagi orang yang berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari kecintaan dan kerakusan akan dunia. Orang yang memasuki usia tua memahami bahwa detik-detik menuju kematian telah dekat. Jasadnya mengalami proses penuaan dan sedang dalam proses meninggalkan dunia ini. Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai melemah kendatipun ruhnya tidaklah berubah menjadi tua. Sebagian besar manusia sangat terpukau oleh ketampanan atau merasa rendah dikarenakan keburukan wajah mereka semasa masih muda.

Pada umumnya, manusia yang dahulunya berwajah tampan ataupun cantik bersikap arogan, sebaliknya yang di masa lalu berwajah tidak menarik merasa rendah diri dan tidak bahagia. Proses penuaan adalah bukti nyata yang menunjukkan sifat sementara dari kecantikan atau keburukan penampilan seseorang. Sehingga dapat diterima dan masuk akal jika yang dinilai dan dibalas oleh Allah adalah akhlaq baik beserta komitmen yang diperlihatkan seseorang kepada Allah.

Setiap saat ketika menghadapi segala kelemahannya manusia berpikir bahwa satu-satunya Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan ia pun mengagungkan kebesaran Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.

Segala kelemahan manusia mengingatkan akan satu hal yang menarik untuk direnungkan: tanaman mawar yang muncul dan tumbuh dari tanah yang hitam ternyata memiliki bau yang demikian harum. Sebaliknya, bau yang sangat tidak sedap muncul dari orang yang tidak merawat tubuhnya. Khususnya bagi mereka yang sombong dan membanggakan diri, ini adalah sesuatu yang seharusnya mereka pikirkan dan ambil pelajaran darinya.

…………………….

Kitalah yang memikirkan masa depan kita. Kitalah harapan bagi orang tua untuk memikirkan masa depan keluarga. Di pundak kitalah tanggung jawab untuk memikirkan kemajuan dan keselamatan kehidupan bangsa. Apabila kita sering memikirkan hal-hal yang baik untuk kehidupan yang lebih baik, maka kita juga perlu sering memikirkan hal-hal yang tidak baik, tidak menyenangkan yang mungkin saja merusak masa depan kita, yang mungkin saja sedang dialami oleh orang lain yang tidak beruntung.

Generasi muda yang berpikir adalah generasi muda yang tidak hanya berpikir untuk menjawab soal-soal ujian di sekolah, tidak hanya memikirkan bagaimana melanjutkan sekolah, bagaimana menjadi orang yang berhasil. Tapi generasi muda yang berpikir adalah generasi muda yang yang mampu membaca tanda-tanda alam, indikator-indikator masyarakat, kisah-kisah kemanusiaan yang akhirnya membuat dia memiliki ide yang kreatif dan cemerlang, rencana yang matang dan tepat dan aksi yang berani dan penuh perjuangan untuk kehidupan bangsa yang sekarang dan yang akan datang. Generasi muda yang berpikir adalah generasi muda yang tidak hanya memikirkan apa yang ia butuhkan, tapi ia juga memikirkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya, apa yang dibutuhkan oleh orang banyak, apa yang dibutuhkan untuk membuat dunia lebih bermakna. Generasi muda yang berpikir adalah generasi muda yang tidak hanya memikirkan solusi untuk hari ini, tapi juga memikirkan pelajaran yang diambil dari sejarah masa lalu, dan memikirkan alternatif untuk menghadapi dan menjemput masa depan.

”Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.”

Einstein

1 Response so far »

  1. 1

    rika amelia black said,

    wad a great blog you have!!!


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: