MENGOPTIMALKAN POTENSI MENULIS

Oleh: Leni Marlina, S.S*

Dengan ilmu, hati menjadi lapang, pandangan menjadi luas, cakrawala terbuka, jiwa keluar dari berbagai keresahan, kegundahan dan kesedihan. Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang berbahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, berkeliling mengitari keajaiban dunia, dan melipat waktu dan tempat. Orang yang memiliki kesempatan menulis adalah orang yang beruntung karena ditunggu banyak orang untuk berbagi pengalaman dan ilmu yang bermanfaat untuk kebaikan dunia-akhirat.

Anda adalah orang yang luar biasa dengan berbagai potensi. Dalam diri Anda tersimpan potensi yang luar biasa untuk menghasilkan berbagai karya. Sejarah telah membuktikan bahwa siapa saja dari kalangan manapun – baik pemimpin, ilmuwan, bangsawan bahkan rakyat kebanyakan – berhak untuk sukses dan menuai prestasi atas karya yang yang telah mereka hasilkan. Demikian pula halnya dengan menulis, siapa saja sebenarnya memiliki potensi untuk menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Siapapun yang memiliki motivasi dan impian untuk menulis, berhak untuk sukses mencapai prestasi  yang mengagumkan.

Sudahkan Anda menulis hari ini?

Anda adalah calon penulis yang hebat dan berpotensi! Mengapa Anda perlu optimis dan percaya dengan pernyataan ini? Lihatlah sendiri! Anda dibekali hati dan pikiran sebagai modal utama untuk menulis. Anda punya motivasi yang bisa dibangkitkan sebagai perangkat utama dalam menulis. Anda memiliki panca indra untuk menemukan berbagai inspirasi dalam berbagai kondisi. Anda hidup di era globalisasi teknologi dan informasi yang memudahkan Anda dalam mencari sumber atau  bahan penulisan. Anda bisa menemukan berbagai bacaan atau ilmu tentang teknik dan strategi sukses untuk menulis. Singkatnya, tidak ada alasan untuk tidak mulai menulis.

Menulis bermanfaat untuk menyelamatkan hidup, menyehatkan tubuh dan pikiran, sebagai salah satu langkah menuju ke keabadian, menata dan meningkatkan kemampuan berpikir, menyebarkan berkat rohani, dan mendapatkan berkat jasmani. Apakah setiap orang yang menulis dapat meraih setiap manfaat tersebut? Belum tentu, bisa saja seseorang yang ingin dan sudah terjun di dalam dunia tulis-menulis tidak dapat meraihnya. Salah satunya penyebabnya adalah karena kurang kuatnya motivasi untuk menulis. Karena itu, berikut cara-cara yang dapat menolong Anda untuk mewujudkan diri sebagai penulis dan meraih manfaat dari menulis.

  1. 1. Menentukan motivasi dan tujuan menulis.

Sebelum memulai, tanyakan pada diri sendiri motivasi dan tujuan Anda menulis. Dengan itu Anda dapat tertolong dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan dalam dunia tulis-menulis.

  1. 2. Mulailah menulis sekarang juga.

Menulis itu adalah keterampilan. Sehingga dengan sendirinya jelas membutuhkan latihan. Latihan yang rutin. Tentu saja latihan menulis. Nah, karena untuk melatih diri dalam menulis itu butuh waktu, maka harus menyiapkan waktu khusus untuk menulis. Jangan menunggu siap. Jangan menunggu mood. Tapi harus menyiapkan waktu.   Segeralah menulis! Jangan tunggu sampai besok untuk menulis. Saat ini saat yang tepat bagi Anda untuk menulis. Ide ada di mana saja, segera tangkap dan wujudkan dalam tulisan.

  1. 3. Mencoba dan terus mencoba.

Menulis memang tidak mudah tapi menyenangkan. Sekali menulis belum tentu hasilnya seperti yang diharapkan. Namun, itu bukanlah penghalang untuk terus menulis. Jika gagal, cobalah lagi. Untuk menghasilkan tulisan yang baik dan bermanfaat, prosesnya memang tidak sekali jadi. Diperlukan ketekunan untuk terus memperbaiki tulisan tersebut. Menjadi penulis memang memerlukan proses. Jangan putus asa dan merasa bahwa Anda tidak memunyai bakat. Dalam menulis, hanya dua puluh persen bakat yang diperlukan dan sisanya adalah praktik menulis itu sendiri.

  1. 4. Menulislah setiap hari.

Praktik menulis yang rutin akan menolong mewujudkan impian Anda menjadi seorang penulis. Seperti halnya kebutuhan makan, jadikan menulis sebagai kegiatan dan kebutuhan Anda setiap harinya. Tidak harus menyita banyak waktu. Sisipkan saja setiap harinya jadwal untuk menulis di agenda Anda. Disiplin waktu ini akan melatih Anda dalam proses belajar menulis. Selain itu, perkaya wawasan Anda dengan membaca dan meneliti karena akan bermanfaat dalam menunjang kegiatan menulis itu sendiri.

  1. 5. Menuangkan pendapat Anda lewat tulisan.

Jangan ragu untuk menulis. Berpikirlah kritis. Tulislah semua pendapat Anda sendiri. Tulislah ide atau  pendapat yang ingin Anda tulis. Hal ini akan membantu Anda menjadi penulis yang tidak hanya meniru orang lain, tapi mampu menyampaikan pendapat dan pemikiran sendiri.

  1. 6. Manfaatkan media yang ada.

Seorang penulis tentu tidak ingin jika tulisannya hanya menjadi konsumsi bagi dirinya sendiri. Karena itu, manfaatkan setiap media yang ada saat ini. Anda dapat mengirim hasil tulisan Anda ke media-media yang menerima kiriman tulisan, sepert di surat kabar, majalah dan buletin. Selain itu, Anda dapat menggunakan media internet yang saat ini sedang marak. Situs, milis, maupun blog yang menerima kiriman tulisan, dapat Anda manfaatkan untuk menyebarkan tulisan Anda. Yang tidak kalah pentingnya, ikutilah berbagai perlombaan atau sayembara menulis. Nantinya, tulisan Anda dapat dinikmati dan membawa berkah untuk orang banyak.

Seberapa tinggikah motivasi menulis yang Anda miliki?

Motivasi atau niat dalam menulis memegang peranan penting. Sebab, jika kita kehilangan motivasi, segalanya akan ikut hilang. Ini berbeda dengan harta. Jika harta yang hilang, masih bisa dicari kembali (tentu asal masih ada motivasi untuk mencarinya). Kesehatan yang hilang, mungkin ada beberapa pekerjaan yang bisa terganggu karena kita sakit, tapi tidak berarti kita sakit selamanya (asalkan masih menyimpan motivasi untuk kembali pulih). Demikian halnya dengan motivasi menulis. Untuk berhasil dalam menulis kita  perlu motivasi yang kuat.

Banyak hal yang bisa memupuk motivasi kita dalam menulis. Motivasi tersebut bisa beragam, motivasi yang paling utama adalah bahwa ”menulis karena Allah”. Selain itu ada banyak cara lain untuk memupuk motivasi menulis.

  1. Memposisikan bahwa menulis adalah bagian dari ibadah kita.

Jika motivasi menulis atau menjadi penulis adalah ibadah, insya Allah akan lebih afdol dijalani. Kita akan tertantang untuk terus menulis karena jika tidak menulis, berarti kita tidak melaksanakan ibadah. Ibadah untuk menyampaikan informasi tentang kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat kepada orang lain. Sehingga ketika tidak menulis, ada yang hilang dan kering dalam jiwa kita, yakni kita tidak melakukan ibadah.

  1. Menyadari bahwa menulis adalah bagian dari perjuangan.

Banyak orang berjuang dengan apa yang bisa dan mampu dia lakukan. Sebab, perjuangan tak selalu identik dengan mengangkat senjata. Bisa juga dengan menulis. Dengan tulisan, kita bisa melawan begitu banyak kedzaliman dan kerusakan yang ada di sekitar kita. Selain itu, kita dapat menawarkan gagasan lewat untaian kalimat yang mencerahkan dan memberikan solusi atas berbabagai permasalahan. Menulis berarti membangun masa depan yang produktif, kreatif dan menyenangkan.

  1. Menciptakan atau memanfaatkan media untuk berkreasi dan meningkatkan kemampuan kita dalam menulis.

Anda bisa membuat mading sendiri untuk memajang tulisan sendiri. Anda perlu aktif mengirim tulisan ke mading sekolah yang dikelola OSIS atau Rohis. Anda bisa juga membuat buletin sebuah komunitas seperti remaja masjid atau karang taruna. Insya Allah dengan adanya media untuk mengekspresikan gagasan Anda melalui tulisan, motivasi menulis akan terus terpelihara.

  1. Mengikuti komunitas kepenulisan dan training kepenulisan.

Cara ini bisa membantu kita meningkatkan motivasi menulis kita. Forum Lingkar Pena misalnya, insya Allah bisa membantu kita untuk termotivasi menulis, karena ada program pembinaan dan bimbingan untuk menjadi penulis yang baik. Mengikuti training menulis karya tulis yang diselenggarakan oleh PPIPM (Pusat Penalaran Ilmiah dan Penelitan Mahasiswa) UNP, juga merupakan langkah cerdas untuk memupuk motivasi menulis.

  1. Mempelajari berbagai karya.

Mengapa kita perlu banyak membaca untuk menghasilkan sebuah tulisan? Karena dengan membaca akan memudahkan kita mengeluarkan pikiran dan perasaan dengan bantuan kata-kata yang telah tersimpan di dalam diri kita. Jika kita miskin kata-kata (enggan membaca), menulis bisa menjadi kegiatan yang menyiksa diri.

  1. Membiasakan diri membuat peta pemikiran (Mind Mapping).

Setiap selesai membaca dan setiap memulai sebuah tulisan kita perlu membuat peta pemikiran  Dengan melakukan cara ini berarti kita menggabungkan fungsi otak kiri (kata) dan otak kanan (gambar). Apakah semuanya harus ada kaitannya lebih dahulu? Ternyata tidak. Peta pikiran membebaskan kita untuk mengeluarkan atau mengalirkan apa saja yang kita pikirkan!

  1. Memperbanyak diskusi dengan berbagai pihak dan nara sumber yang lebih mengerti tentang bahan atau tema yang kita tulis. Disamping itu perlu juga berdiskusi dengan penulis yang sudah lebih dulu perpengalaman.
  2. Membaca kisah sukses penulis yang telah ada dan mengambil pelajaran yang berharga dari setiap apa yang dibaca.

Jangan sampai motivasi menulis kita hanya karena ingin mendapat popularitas atau materi belaka. Sebab, itu semua akan melemahkan motivasi kita dalam menulis, ketika dua hal itu sudah kita dapatkan. Itu sebabnya, motivasi kita tetap ibadah dan perjuangan. Kalau pun kemudian menjadi terkenal dan mendapat imbalan materi, itu adalah berkah dari kegigihan kita menghasilkan karya yang terbaik. Syukur sekali juga kemudian para pembaca kita tercerahkan dan mendapat ilmu dari apa yang kita tulis.

Apa yang perlu diperhatikan oleh penulis?

Empat kata yang penting untuk diingat dan diperhatikan oleh seorang penulis atau calon penulis. Keempat kata itu adalah sikap, perspektif, disiplin, dan visi (SPDV). Keempat kata itu sangat erat kaitannya dengan motivasi dalam penulisan.

1. Sikap

Seorang penulis ataupun pemula harus memiliki keyakinan atas karya yang digarapnya. Ia harus memiliki suatu sikap tertentu yang jelas dan unik. Ibarat fisik penulis itu sendiri, ia bisa saja memiliki organ yang serupa dengan organ tubuh orang lain, tetapi yang jelas, ia berbeda dari siapa pun. Ia tidak akan pernah sama dengan orang lain. Jadi seorang penulis perlu menanamkan sikap positif terhadap tulisannya.

2. Perspektif

Seorang penulis pemula harus menjadi pembaca yang baik, yang sanggup merendahkan hati untuk berguru kepada orang lain, lingkungan, dan pengetahuan. Ia memiliki pandangan yang jauh ke depan. Ibarat sebatang pohon, ia tidak tumbuh dalam satu malam saja lantas berbuah. Pohon itu tumbuh dari benih, mengalami proses pertumbuhan alami, melalui deraan hujan dan terik matahari. Tapi akhirnya, buahnya bisa dipanen dan mendatang banyak manfaat. Demikian juga dalam menulis, ketika Anda merasa lelah dan jenuh dengan tulisan yang kita buat, janganlah menjadikannya beban atau alasan untuk tidak menulis lagi. Pandanglah ke depan, bahwa tulisan Anda sedang ditunggu banyak orang dan tentunya akan membawa banyak manfaat.

3. Disiplin

Penulis yang baik akan memiliki disiplin waktu dan disiplin penulisan. Sejak awal menggoreskan penanya sudah bertekat untuk menyediakan waktu untuk menulis ditengah kesibukannya. Selain itu, ia harus menyiapkan diri dengan disiplin penulisan. Ia harus menjadi pembaca yang setia dan mengenal tanda-tanda baca dan aturan menulis.

4. Visi

Orang yang memiliki visi akan mempunyai pengharapan. Orang yang memiliki pengharapan akan memiliki tujuan, dan orang yang memiliki tujuan yang luhur akan memandang jauh ke depan kepada sebuah cita-cita yang tinggi, yaitu memuliakan Allah dengan beribadah dan berkarya. Karena ada visi, maka manusia memiliki kreativitas. Manusia yang kreatif akan senantiasa memiliki inspirasi dan bermanfaaat dengan yang lain.

Formula  untuk Mengotimalkan Potensi Menulis (MPM)

MPM =  MK + MT + MC + MI

Sebagai penulis pemula, maka kita perlu mengaplikasikan formula di atas.

  1. 1. Menulis Keras (MK)

Menulis memerlukan kerja keras. Tapi bukan berarti kita menulis di bawah derasnya hujan dan panasnya matahari serta memikul beban yang berat. Cukup dengan sambil menikmati makanan dan minuman atau duduk santai, Anda angka pena dan mulai membuat peta pemikiran. Selanjutnya, mulailah mengembangkan peta pemikiran dalam bentuk paragraf. Jangan berhenti sampai di sana. Mulailah berburu informasi dari berbagai sumber untuk menunjang mendukung tulisan kita. Dalam mengawali sebuah tulisan, kita sering merasa salah dan tidak mendapatkan dukungan sehingga berpikir untuk berhenti dalam waktu yang lama bahkan menyerah sama sekali. Perasaan dan pikiran yang demikian manusiawi, tapi jangan mau kalah perasaan dan pikiran yang demikian.  Kita perlu sedikit ”memaksa diri” kita untuk bangkit dari kemalasaan dan keputusasaan dalam menulis. Kita perlu membuat peraturan yang tegas untuk diri kita agar selalu tegar dan sabar dalam melakukan proses penulisan. Hanya dengan semangat dan kerja keras kita akan mampu menghasilkan sebuah tulisan yang diimpikan

  1. 2. Menulis Tuntas (MT)

Menulis tuntas berarti  sekali menulis sebuah  topik, kita harus menyelesaikannya. Kita harus yakin dan percaya diri untuk menyelesaikannya sampai tuntas. Kalau menghadapi kendala, memelihara putus asa dan menyerah tidak akan ada gunanya. Lebih baik selesaikan tulisan kita sampai tuntas agar kita puas. Hanya kita sendiri yang bisa menuntaskan tulisan kita.

  1. 3. Menulis Cerdas (MC)

Menulis cerdas berarti menulis dengan menghemat energi dan biaya karena mengetahui cara yang efektif menghasilkan tulisan. Misalnya dengan membuat jurnal harian atau catatan harian sebagai koleksi bahan penulisan, mengumpulkan kliping yang berkaitan dengan tema tertentu. Sehingga jika ingin fokus terhadap sebuah tema tulisan, kita sudah memilki ”stok bahan dan inspirasi” untuk itu. Kalau kita sudah sering menulis, kita akan menemukan cara sendiri yang paling efektif untuk menghasilkan tulisan. Kalau belum menemukan cara sendiri yang jitu dan tepat, cobalah mempelajari trik-trik, tips, dan strategi menulis baik melalui teori maupun training. Dengan memiliki strategi yang tepat, kita bisa lebih lancar, cepat dan tenang dalam menulis.

  1. 4. Menulis Iklas (MI)

Menulis iklas berarti kita menulis dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan pujian dari orang lain dan tidak gentar dengan komentar orang lain. Setelah kita mencoba menulis sebaik mungkin, bukan berarti tidak ada kekurangan. Sadarilah kekurangan itu dan perbaikilah kembali dengan iklas. Ketika kita telah menyelesaikan sebuah tulisan, bukan berarti tulisan kita sudah sempurna. Mintalah kritik dan saran untuk membuat tulisan kita lebih bermutu dan bermakna. Orang yang menulis dengan iklas, selalu mencoba untuk selalu menulis hal-hal yang baru setelah menuntaskan sebuah tulisan yang lama. Ia akan terus menulis walaupun hanya untuk koleksi sendiri. Ia akan tetap mengirim tulisannya dengan memanfaatkan berbagai media walapun sering ditolak. Ia akan terus mengikuti sayembara penulisan walaupun belum pernah meraih juara. Ia akan terus menulis sekalipun orang lain tidak melihatnya. Bahkan ia mampun menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang-orang di sekelilingnya untuk juga ikut menulis.

Optimislah menulis! Jangan pernah berputus asa dan menyerah tanpa usaha. Bergurulah kepada alam dan siapa saja. Berbaiksangkalah pada Allah. Tunggulah segala kebaikan dan keindahan-Nya. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Jangan lupa pertolongan Allah, sebab pertolongan Allah sesuai dengan tingkat kesulitannya. Jangan takut dengan kesulitan, sebab kesulitan akan menguatkan hati, membulatkan tekad, memuncul kesabaran dan mengangkat kedudukan menjadi orang yang dicintai-Nya..

Bottom of Form

*Pengurus LITBANG PPIPM (Pusat Penalaran Ilmiah & Penelitian Mahasiswa) UNP 2003/04, Wakil Ketua IKAPIP (Ikatan Keluarga PPIPM) UNP 2007/08. Terbaik I Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) Tingkat Nasional 2004. Dosen Bahasa Inggris UNP. Tulisan ini pernah disampaikan dalam acara BIBIR (Bina Bakti Ilmiah Remaja) yang diadakan oleh PPIPM UNP di SMTI Padang tahun 2008..

2 Responses so far »

  1. 1

    solusi diatas memang sangat membangun, dan tulisan ini memang sangat pintar. tips diatas kadang memang sudah ada dalam pikiran masing-masing individu, tapi pelaksanaan dari metode atau tips tersebut itu sulit untuk dilaksanaakan. dalam hal menulis tidak cukup hanya mengetahui metode yang baik, namun kita harus tahu cara menguasai diri. jika kita bisa menguasai diri, mungkin metode tersebut baru bisa dijalankan. ada nggak mrs. lina metode untuk menguasai diri sendiri?…………….
    ……….kadang kita harus menggurui diri kita sendiri, agar lebih mudah kita terima…….

    guru yang sesungguhnya adalah diri kita sendiri. tidak ada yang mampu menggurui kita selain kita….. alam hanyalah perantara….. karna semua tercipta bagi orang-orang yang berpikir…..

  2. 2

    Hi Ms. Lina…^^
    I’ll comment your blog in indonesian language,, cause you write this article in indonesian.. hehe..

    Dari diri saya pribadi..
    saya sngat suka menulis.. khusus nya nulis ttg artikel atau cerpen atau ttg keadaan sekitar.. krna d saat menulis tu,, kita dapat meng aspirasikan apa yang kita rasakan..
    dan lbih bagus lagi kalau tulisan kita d baca dan d hargai oleh orang banyak.

    dalam darah saya ada darah jurnalis yng ingin saya kembangkan..
    tp hal tsb trtunda krna g ada nya media untuk menyalurkan nya,,,

    maap sblum nya y miss.. klw saya pake bhsa yang non formal..^^

    hehe. smoga yang bca artikel ni bs lbih tr improve untuk nulis..^^


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: