About

ALAM TAKAMBANG JADI GURU:

FILOSOSOFIS HIDUP KUPU-KUPU

Oleh: Leni Marlina, S.S

Harga Sebuah Masa Depan

Pernahkah engkau bersedih tidak memiliki rupiah

Pernahkah engkau risih meminjam dolar

Hidup akan terus bermakna

Meskipun uang tidak bicara

Saat dimana seolah tiada harapan

seberapa lama mampu bertahan

seberapa besar tekad menggapai impian

seberapa kuat  menghadapi rintangan

seberapa berani bangkit dari kegagalan

seberapa kokoh kesabaran

seberapa tinggi ketegaran

seberapa ikhlas perjuangan

Itulah harga yang harus dibayarkan

untuk mewujudkan masa depan

(Kumpulan Syair Hanifa Latifa Honesty 2007)

Kepompong Kupu-kupu

Seseorang menemukan sebuah kepompong kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut.

Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Allah untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat ”terbang” dengan impian yang dimiliki.

Anugrah Allah Yang Terindah

di Sekolah Kehidupan

Kita memohon kemudahan

Allah  memberi kesulitan demi kesulitan untuk diatasi

Kita memohon jawaban

Allah memberi persoalan demi persoalan untuk diselesaikan

Kita memohon kecerdasan

Allah memberi akal dan otak untuk memikirkan

Kita memohon kekuatan

Allah memberi tenaga dan potensi untuk dioptimalkan

Kita memohon kesuksesan

Allah memberi kesempatan demi kesempatan

Kita memohon berkah dan hidayah

Allah memberikan anugrah yang terindah

melalui sunatullah

di sekolah kehidupan

”Alam Takambang jadi Guru”

(Kumpulan Syair Hanifa Latifa Honesty tahun 2007)

Dalam kehidupan modern ini, sadar atau tidak sadar, masyarakat sekarang cenderung suka yang instant atau cepat saji. Tidak suka kepada perjuangan yang lama dan berat dalam mencapai cita cita.Tanpa menguasai ilmunya, secara terburu buru mengambil kesimpulan dan mengambil keputusan yang dikiranya baik, padahal mencelakakan, seperti orang yang menggunting kepompong untuk menolong proses lahirnya kupu kupu.

Kita sering menyaksikan, tidak sedikit  orang tua yang karena sangat sayang dan ingin mempermudah anaknya mencapai sukses, mereka memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan (sering khilaf, dilakukan tanpa kontrol) dengan maksud memperlancar karier anaknya. Akibatnya anaknya matang seperti dikarbit, matang tanpa proses perjuangan hidup yang mutlak harus dilalui. Kadang-kadang kita sendiri juga terlalu cepat mengambil kesimpulan dan keputusan tentang rahasia Tuhan. Padahal Dia lah yang Maha Tahu dan Maha sempurna  sebagai ”Sang Pemilik Kehidupan”.

Metamorfosis Kupu-kupu

Setiap kupu-kupu hadir di dunia ini setelah melalui serangkaian perubahan bentuk secara sempurna atau yang dikenal dengan metamorfosis sempurna. Seperti yang telah kita kenal sejak di Sekolah Dasar, metamormosis sempurna terdiri dari : telur – kempompong – ulat dan kupu-kupu.

Pertama, induk meletakkan telurnya di atas sehelai daun. Larva yang menetas dari telur ini kemudian memakan dedaunan untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya berubah menjadi ulat. Masing-masing dari ulat-ulat tersebut kemudian membuat sarang yang disebut kepompong untuk diri mereka sendiri. Kepompong kupu-kupu raja adalah sebuah keajaiban desain. Ia menempel pada cabang pohon dengan cara bergantung pada sehelai benang sangat tipis tapi kuat. Ulat tumbuh berkembang dalam kepompong ini dan perlahan muncul sebagai makhluk baru yang sungguh indah dan menawan, yakni seekor kupu-kupu. Awalnya, sayap muda ini tampak kusut, berkerut dan lemah. Tapi sayap tersebut kemudian mengembang dan melebar setelah darah dipompakan kedalamnya. Kini kupu-kupu telah siap untuk terbang.

Demikianlah pulalah dengan hidup manusia, antara metamorfosis kupu-kupu dengan hidup manusia terdapat kemiripan. Jika kita berguru pada alam, metamorfosis sempurna dari kupu-kupu, seburuk apapun kondisi kita terlahir ke dunia maupun kondisi kita sekarang ini, jika kita sabar dan mampu bertahan sambil terus berusaha menjadi lebih baik dan berdoa, maka pada saat yang tepat menurut-Nya, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan bahkan lebih dari apa yang pernah kita bayangkan atau pikirkan selama ini.

Migrasi Kupu-kupu

Harun Yahya, nama pena seorang pahlawan yang telah berhasil meruntuhkan teori ”Evolusi Darwin”, menjelaskan dalam bukunya bahwa: di Kanada bagian selatan,  hidup jenis kupu-kupu yang luar biasa, dikenal dengan kupu-kupu raja. Setiap kupu-kupu raja, seperti halnya yang lain, hadir di dunia ini setelah melalui serangkaian perubahan bentuk secara sempurna. Terdapat perilaku menarik yang membedakan kupu-kupu raja dengan jenis lain. Dalam kurun waktu satu tahun, empat generasi kupu-kupu raja yang berbeda lahir. Tiga generasi pertama memiliki masa hidup sekitar lima hingga enam minggu. Akan tetapi, yang terlahir setelahnya, yakni generasi keempat, sangatlah berbeda. Generasi ini akan terus hidup hingga mereka telah selesai melakukan migrasi selama delapan bulan.

Migrasi dimulai dari pusat-pusat populasi kupu-kupu raja di Kanada bagian selatan menuju ke arah lebih selatan lagi. Sekelompok kupu-kupu raja pergi ke California, dan sekelompok lainnya lebih ke selatan lagi, yakni hingga Mexico. Yang menarik adalah, semua kupu-kupu raja bertemu satu sama lain di sepanjang perjalanan, seolah mereka telah menerima perintah yang sama dari satu sumber, dan kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan mereka. Permulaan migrasi kupu-kupu raja juga telah direncanakan berdasarkan acuan waktu yang sama. Mereka tidak memulai perjalanan pada sembarang hari, tapi pada satu hari tertentu di musim gugur, yaitu saat ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama.

Setelah terbang selama dua bulan, mereka akhirnya tiba di hutan-hutan yang hangat di selatan. Jutaan kupu-kupu raja menutupi pepohonan, dan selama empat bulan, dari Desember hingga Maret, mereka tinggal di tempat ini tanpa makan sesuatupun. Mereka mampu bertahan hidup dengan lemak yang tersimpan dalam tubuh dan hanya meminum air.

Mekarnya bunga-bunga di musim semi sangatlah berarti bagi kupu-kupu raja. Setelah menunggu selama empat bulan, mereka berpesta pora memakan nektar, yakni cairan manis yang dihasilkan bunga. Kini mereka telah menyimpan energi yang akan mereka perlukan ketika kembali ke bagian utara Amerika. Di akhir Maret, sebelum memulai perjalanan, mereka melakukan perkawinan. Pada hari itu, saat siang dan malam mempunyai panjang waktu yang sama, koloni kupu-kupu raja memulai perjalanan mereka ke arah utara.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka akhirnya tiba di Kanada, dan tak lama kemudian mereka mati. Tapi, sebelum mati, mereka melahirkan generasi pertama tahun tersebut, yang akan hidup selama sekitar satu setengah bulan. Selanjutnya, lahirlah generasi kedua dan ketiga yang kemudian digantikan oleh generasi keempat yang juga akan memulai migrasi. Generasi ini akan hidup enam bulan lebih lama dari generasi lainnya, dan demikianlah, siklus kehidupan kupu-kupu raja ini terus berlanjut.

Pengembaraan menakjub dari migrasi kupu-kupu ini memunculkan beragam pertanyaan menarik. Bagaimana setiap generasi keempat dilahirkan untuk hidup enam bulan lebih lama dari generasi pertama hingga ketiga? Bagaimana masa hidup generasi berumur panjang ini selalu bertepatan dengan saat musim dingin? Bagaimana mereka senantiasa memulai migrasi mereka pada hari ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama, dan bagaimana mereka mampu membuat perhitungan yang sangat tepat ini? Bagaimana generasi kupu-kupu raja yang baru lahir, yang sebelumnya tak pernah melakukan migrasi, mengenali jalur perjalanan mereka?

Semua ini menunjukkan bahwa kupu-kupu raja telah diciptakan lengkap dengan perencanaan migrasi mereka yang sempurna, dan mereka mematuhi perencanaan ini tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Jika terjadi kesalahan dalam perencanaan ini, mereka tidak akan mampu menyelesaikan migrasi. Dan jika ini yang terjadi, maka semua kupu-kupu raja akan mati di musim dingin, dan pada akhirnya spesies kupu-kupu raja akan punah. Jelaslah bahwa makhluk ini telah diciptakan dengan sifat khusus, dan migrasi tahunan yang luar biasa ini telah diilhamkan dalam diri mereka.

Adalah Allah, Tuhan langit dan bumi, Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, Yang menciptakan makhluk yang menakjubkan ini dan memberikan ilham kepadanya. Binatang mungil yang perjalanan hidupnya kita pelajari ini telah membawa kita pada kesaksian atas kenyataan yang sangat penting: kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

“Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”. (QS. Thaahaa [20]:98)

Penulis adalah Wakil Ketua IKAPIP

(Ikatan Keluarga Alumni PPIPM [ Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa]) UNP tahun ’07/08.

Dosen Bahasa Inggris FBSS UNP. Tulisan ini terinspirasi dari pelajaran biologi, filosofi ABS-SBK

dan tulisan Harun Yahya & kumpulan syair HLH ’07).

6 Responses so far »

  1. 1

    viny elvia said,

    assalam…
    please visit my blog unchuphyncez.blogspot.com
    viny elvia
    12225
    k_4/09

  2. 2

    after i read your story….i know that if the problem that we get is to make we are better than now….and i have do it by my self……

  3. 3

    miss please visit my blog…unchuphyncez.blogspot.com

  4. 4

    hanif said,

    I enjoy reading your article.

  5. 5

    Mift said,

    Artikelx bagus..
    Maaf ka, ni ka leni yg prnah kuliah di palangka bkn ya?..

  6. 6

    Aris Yulianto said,

    syukran ilmunya, semoga juga bermanfaat unutk yang lain salam kenal
    -aris-


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: